Laman

WELCOME TO JosepH BLOG

Selamat datang di JosepH blog.Semoga anda bisa terbantu dengan adanya blog ini.Terimakasih bagi anda yang memberikan komentarnya terhadap blog ini.JosepH blog berharap anda senang dengan blog ini.Jangan lupa memberikan komentar anda,karena apapun komentar yang anda berikan akan bermanfaat bagi JosepH blog kedepannya.Karena dengan adanya komentar dari anda JosepH blog mengerti segala kekurangan dan kelebihan dari blog.
Terimakasih.

search

Rabu, 28 April 2010

VIVA news


Tokoh Adat: Gigolo Itu Bukan Warga Kuta
VIVAnews
By Amril Amarullah - Selasa, 27 April





[Tokoh Adat: Gigolo Itu Bukan Warga Kuta] Tokoh Adat: Gigolo Itu Bukan Warga Kuta

VIVAnews -- Komunitas Masyarakat Adat Kuta Bali Gusti Ketut Sudira, menyatakan penolakan sebutan 'lokal boy' adalah gigolo seperti yang diceritakan dalam film 'Cowboys in Paradise'.

Menurutnya, sebutan itu memang ada di Kuta tetapi bukanlah sebagai gigolo. "Saya mengakui itu memang ada, tapi saya menolak keberadaan lokal boy yang dianggap sebagai gigolo," kata ketua Komunitas Masyarakat Adat Kuta Gusti Ketut Sudira, kepada VIVAnews di Bali, Selasa 27 April 2010.

Bahkan, diakuinya film yang sempat ditontonnya memang menggambarkan kegiatan para gigolo di Kuta Bali. Tapi, tidak ada satupun diperankan oleh asli pemuda Kuta, seperti yang ramai dibicarakan orang.

"Kami memang sempat menyaksikan film itu, bila melihat karakter dan wajah pemerannya, tidak satupun dilakukan para pemuda Kuta," ujar Sudira.

Dia pun tidak menampik, bahwa banyak orang-orang di Kuta yang menjalankan pekerjaan seperti itu. Tetapi, yang menjadi persoalan gambar yang ditampilkan bukan warga asli Kuta.

"Kami tidak munafik, warga Kuta memang ada yang melakukan pekerjaan itu, tapi berbeda orang-orannya dengan yang ada di film, itu bukan warga kami," ia menjelaskan.

Meski tidak berwenang melarang film tersebut beredar, tapi Bendesa Adat Kuta meminta agar dalam film tersebut diberi penjelasan dari mana pemuda-pemuda datangnya. Karena dengan menyebut gigolo pemuda Kuta dianggap merugikan masyarakat Kuta.

"Kalau memang diedarkan, tolong diberi penjelasan bahwa itu bukan 'Lokal Boy Kuta', meski saya mengakui lokasinya memang di Kuta," katanya. (jon)

Laporan: Peni Widarti | Bali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar